Pengalaman pertama pergi ke luar negeri, tentu campur aduk antara senang, hawatir, bangga dan lainnnya. Apalagi tujuannya adalah Jepang, negeri sakura yang terkenal dengan kemajuan teknologi dan industrinya. Setidaknya itu yang dirasakan M. Akhwan Syafi’i, mahasiswa asal Pati yang beruntung mengikuti program Jenesys 2.0 di Jepang. Akhwan, mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) STAIMAFA, terpilih menjadi peserta setelah lolos seleksi peserta yang jumlahnya 2500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tak hanya Akhwan, mahasiswa lain dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tampak senang sekali dengan keberhasilan mereka lolos seleksi sehingga bisa mengikuti program JENESYS 2,0 Jepang 2014. JENESYS merupakan program pertukaran mahasiswa dan pemuda Jepang-Asia Timur yang diselenggarakan Pemerintah Jepang setiap tahun. Tentu menjadi program menarik karena sepenuhnya didanai Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Peserta hanya perlu mempersiapkan paspor dan mengisi formulir administratif sebagai syarat. Tujuannya adalah para mahasiswa saling bertukar informasi dan belajar tentang pengetahuan yang mereka miliki.
“Hari ini, Senin (23/2), pukul 12.00 di hotel Artotel, adalah saat pertama kali kami bertemu sesama teman JENESYS 2,0 seluruh Indonesia”, ungkap Akhwan. Tampak dari raut wajah para peserta yang menunjukkan keceriaan dan semangat ketika berkumpul untuk persiapan pemberangkatan.
“Meski berasal dari perguruan tinggi yang berbeda-beda, kita langsung saling akrab dan membaur sebagai peserta JENESYS 2,0. Tidak ada ragu untuk saling menyapa. Suasana perkenalan yang sangat mengesankan dapat kesempatan bertemu dengan teman-teman baru.” Tambahnya.
Hari itu, semua peserta bergegas mempersiapkan diri menuju Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, selanjutnya kunjungan ke rumah dinas Duta Besar Jepang di Jakarta, lokasi yang tak cukup jauh dari Artotel. Pukul 20:57 peserta take off dari bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Narita, Jepang.
Share To:

Post A Comment: