Pati, (13/5/2017) Pentingnya keberadaan laboratorium pengembangan masyarakat bagi mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), maka Pogram Studi (Prodi) PMI IPMAFA menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kajen dan Tempat Pengelolaan Sampah Resik Apik Kajen yang memiliki program Pemberdayaan masyarakat. Hal ini penting karena mahasiswa Prodi PMI IPMAFA dapat mengimplementasikan teori yang didapat di bangku kuliah sekaligus sebagai laboratorium sosial untuk menunjang kapasitas keilmuan mereka sebagai aktivis pemberdayaan masyarakat.

Di situ harapannya mahasiswa dapat belajar secara langsung menjadi fasilitator atau pendamping dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat. Kerjasama ini ditandatangani di akhir rangkaian Program Sekolah Pemberdayaan Prodi PMI. Sekolah pemberdayaan ini sukses diselenggarakan oleh himpunan mahasiswa prodi studi (HMPS) PMI bekerjasama dengan Prodi PMI.

Penandatanganan ini dihadiri oleh Kaprodi PMI Faiz Aminuddin MA, Ketua BUMDes Kajen Hasyim, Ketua Resik Apik Kajen Syahid Nurbaya, inspirator penggerak dan motivator desa Kajen Syafi'i, Manager Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3 R) Zamroni, serta puluhan mahasiswa PMI IPMAFA lintas generasi.

Faiz memaparkan pada sambutannya bahwa Prodi PMI IPMAFA akan menjalin kerjasama dengan harapan ikut belajar dan berkontribusi dalam program pemberdayaan masyarakat di Desa Kajen. 

Ke depan, aka ada penanda tanganan MOU sebagai langkah awal melakukan kerjasama dan tidak hanya MoU desa Kajen tapi juga hal-hal lain yang dapat membantu pengembangan Prodi dan mahasiswa PMI sendiri, sehingga pada akhirnya dapat memberi kontribusi dan manfaat nyata pada pembangunan masyarakat. 

"Kami Prodi PMI IPMAFA berterima kasih telah difasilitasi, diberi kesempatan untuk belajar di program-program yang menarik ini sehingga ini nanti akan menjadi pilot project dari Prodi PMI sehingga nanti bisa mengembangkan di desa-desa yang lain” terangnya.

Lebih lanjut Hasyim memaparkan beberapa harapannya akan adanya kerja sama nanti bahwa mahasiswa PMI dapat berkontribusi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kesadaran lingkungan dan mengelola sampah dengan baik.

Yang kita harapkan dari usaha sampah ini bukan rupiahnya tapi manfaatnya,  kita nanti berusaha bareng-bareng untuk memberikan suatu pemahaman kepada masyarakat tentang kesadaran lingkungan untuk mengelola sampah dengan baik” jelasnya.

Sambutan positif dari Hasyim juga terlihat dari pemaparannya bahwa yang lebih tepat nanti kerja sama dalam hal advokasi pengembangan masyarakat. “Terima kasih pihak IPMAFA melalui Prodi Pengembangan Masyarakat Islam untuk kerja sama tapi yang pas nanti dalam hal advokasi pengembangan masyarakat” tandasnya. (Rofiq)
Share To:

Post A Comment: