Senin (28/5), Mahasiswa prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) STAI Mathali’ul Falah (Staimafa) Pati, mengadakan Studi Banding di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta(UIN SUKA). Kegiatan ini bertujuan Membangun Jaringan dan Komunikasi Mahasiswa PMI STAIMAFA dengan Mahasiswa PMI UIN SUKA dalam menanggapi berbagai isu yang muncul di lingkungan PMI.
Rombongan Mahasiswa Program Studi PMI  STAI Mathali’ul Falah Pati disertai beberapa dosen pendamping yang terdiri dari Drs. H. Ahmad Subhan Salim, M.Ag, Sri Naharin, MSI dan Hadi Ismanto, S.Sos.I. Sedangkan perwakilan dari UIN Sunan Kalijaga yang turut menemui rombongan Mahasiswa PMI STAI Mathali’ul Falah adalah Dekan Fakultas Dakwah: Drs. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag, Kajur PMI: Dr. Sri Harini, MSI, Sekjur PMI: Dr. Fajar Hatma Indra Jaya, MSI, S.Sos beserta anggota BEM Jurusan dan perwakilan mahasiswa dari PMI UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.
Drs. H. Ahmad Subhan Salim, M.Ag selaku Ka. Prodi dari PMI Staimafa dalam sambutannya mengutarakan latar belakang Studi Banding Mahasiswa PMI Staimafa yaitu dalam rangka mencari penguatan tentang prospek lulusan Mahasiswa PMI yang selama ini banyak dipertanyakan oleh masyarakat maupun mahasiswa sendiri karena memang jurusan ini belum banyak di kenal oleh masyarakat luas. Pertanyaan ini kemudian di jawab oleh Drs. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag bahwa lulusan PMI mempunyai prospek yang cukup luas dalam dunia kerja. Bidang pekerjaan yang bisa dimasuki lulusan PMI meliputi Dep. Sos, Dep. Ag, CSR perusahaan, LSM, Pekerja sosial dan masih banyak lagi. Ini di buktikan dengan banyaknya alumni PMI UIN  SUKA yang telah bekerja di berbagai instansi baik pemerintahan maupun non pemerintahan.
Dekan Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta menanggapi, bahwa sebenarnya praktek pengembangan masyarakat itu sudah diawali oleh KH. Ah. Sahal Mahfudz dengan LP3ES yang pernah dikelola bersama Pesantren Maslakul Huha Kajen Kajen Margoyoso Pati, hanya saja STAI Mathali’ul Falah terlambat merespon hal tersebut dalam bangku perkuliahan. Menurut beliau sistem pesantren yang dikembangkan oleh Kyai Sahal dalam mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar pesantren patut digunakan sebagai cerminan dalam dakwah bil-hal, karena selain sebagai sarana untuk Tafaqquh fid-diin lembaga pesantren tersebut juga digunakan sebagai sarana tafaqquh fid-diennya. Bahkan beliau mengatakan bahwa UIN SUKA Jogjakarta merasa perlu berkunjung ke Pesantren Maslakul Huda untuk menambah khazanah keilmuan khususnya dibidang pengembangan Masyarakat.
Forum Komunikasi Mahasiswa PMI
Selain digunakan oleh prodi, study banding juga dimanfaatkan untuk sharing mengenai pentingnya menghidupkan kembali Forum Komunikasi Mahasiswa PMI yang beberapa tahun terakhir sempat vakum, oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPAS) PMI Staimafa dan Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) UIN SUKA. Tujuan dari agenda ini adalah Membangun kesadaran akan pentingnya merumuskan kembali Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) PMI sebagai wadah atau sarana untuk silaturahmi, tukar pikiran dan gotong-royong antar mahasiswa PMI. Dengan dipandu oleh Hadi Ismanto, S.Sos.I mantan koordinator Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) PMI cabang Jawa Tengah, agenda ini sangat memberikan motivasi kepada Mahasiswa PMI mengenai pentingnya Forum Komunikasi Mahasiswa, salah satu fungsinya yaitu untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan Departemen Agama yang terkait dengan ke-PMI-an. Hasil dari diskusi singkat terebut adalah memberikan ruang bagi mahasiswa PMI Staimafa untuk ikut terlibat dalam forum-forum yang diselenggarakan oleh mahasiswa PMI se-Indonesia. (SujiyantoMahasiswa semester VI prodi PMI Staimafa Pati).
Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours