PATI – Ratusan mahasiswa Institut Pesantren Mathaliíul Falah (Ipmafa) Pati dan santri dari berbagai pondok pesantren di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso dan sekitarnya berduyunduyun mendonorkan darah di kampus setempat, kemarin.
Aksi tersebut terbilang tidak biasa dan baru kali pertama dilakukan dalam memeringati Haul Syekh Ahmad Mutamakkin. Haul yang digelar setiap 10 Muharram itu, mengundang partisipasi banyak kalangan, terutama kalangan santri dan pelajar.
Selain itu, peziarah dan pedagang dari berbagai daerah juga turut meramaikan tradisi tahunan. Bagi warga setempat, santri pondok pesantren dan lembaga pendidikan di Kajen, Haul Syekh Ahmad Mutamakkin menjadi momentum untuk bertemu dalam kegiatan positif.
Hal ini sekaligus mengawali tahun baru Islam dengan aktivitas yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat. ‘’Donor darah ini misalnya, menjadi contoh kecil kegiatan positif di awal tahun hijriyah. Sekaligus wujud solidaritas sesama insan melalui darah,’’ ujar panitia pelaksana donor darah Ipmafa Zaki Fuad.
Lebihi Target
Sedikitnya 170 mahasiswa dan santri darahnya diambil dan disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia ( PMI). Jumlah pendonor tersebut diluar dugaan lantaran melebihi target yang ditetapkan, yakni 100 penyumbang darah.
‘’Mahasiswa dan santri sangat antusias sehingga jumlah penyumbang darah membeludak. Jumlah tersebut, sebenarnya bisa lebih banyak namun karena santri terkendala transportasi sehingga hanya 170 orang yang mendonor darah,’’ujarnya, yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah.
Dia menjelaskan, animo penyumbang darah yang besar menunjukkan, tingginya kepekaan sosial mahasiswa dan santri di Kajen dan sekitarnya. Itu tidak terlepas dari pola pendidikan yang selama ini diterapkan, yakni memberi manfaat bagi masyarakat.( H49-44)
Sumber: Suara Merdeka
Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours