Berawal dari harapan Yi Man “Munadirin” yang mengatakan ingin menunjukkan kepada kelompok Pokmaswas bahwa anak-anak CUMI bisa menanam tanaman mangrove dan vertikultur seperti yang dilakukan kelompok pokmaswas.
Kelompok pokmaswas yang selalu mendapatkan dana penanaman mangrove bahkan mereka dapat juara 1 nasional mendapatkan hadiah leptop. Tapi yang Yi Man kecewa kepada kelompok ini adalah karena kelompok tersebut menanam mangruf hanya sebagai kegiatan formalitas. Artinya kelompok Pokmaswas benjalankan kegitan secara terstruktu. Mereka tidak melibatkan masyarakat luar sifatnya sangat tertutup, masyarakat hanya seperti penonton yang pasif dan jika ditanya mengapa mereka menanam mangruve mungkin jawabannya hanya bersifat melakukan kegiatan menanam mangruve saja.
Maka dari itu Selain itu Yi Man ingin mengajarkan kepada anak-anak CUMI dan masyarakat nelayan pentingnya tanaman mangruve bagi kelestarian alam khusunya didaerah pantai. Anak-anak diberikan suatu pemahaman bahwa dengan adanya tanaman mangruve yang hidup di tepi pantai maka akan manyak manfaat yang didapat jika di pinggiran pantai di tumbuhi hutan mangruve. Misalnya; mengurangi abrasi air laut, banyak binatang laut yang hidup dan memiliki tempat tinggal yang nyaman, pemandangan laut menjadi indah, air laut menjadi bersih, dan lain sebagainya. Manfaat itu akan dinikmati bersama-sama dan semua orang akan merasakan manfaatnya, bukannya kelompok pokmaswas yang tanam mangruve untuk melestarikan lingkungan tapi semua orang harus melestarikan tanaman mangruve.
Harapan itu diwujudkan bersama LSM Sheep, membuat kegitan pembibitan tanaman mangruve dan vertikultur di Rumah Yi Man. Langkah awal untuk memberikan pemahaman pada orang dewasa dan masyarakat pada umunya, dimulai dengan mengajak anak kemudian jika nanti berhasil maka orang dewasa akan meniru apa yang dilakukan anak-anak CUMI, “lawong cah cilik e reti ngerawat lingkungan kok wong tuo isine mong golek duwet bloko ra mikir kelestarian tanaman mangruve” kata Yi Man.
Progam Tanam tanaman verikultur di rumah Yi Man dilakukan bersama Sri Suprapti Haningsih, Nafi’atul Muflikhah, Pak Agung, Akhwan, Faqih dan Yi Man. Tanaman yang ditanam ada 6 jenis terdiri dari:
  1. Cabe merah
  2. Tomat
  3. Terong
  4. Sawi
  5. Seledri
  6. Pare
Jenis tanaman diatas dipilih karena menyesuaikan iklim dan cuaca. Proses penanam kita menyiapkan kompos, besek, benih, kertas, biting bambu dan spidol. Pertama,besek diisi 3/4 kompos, untuk dijadikan media tanamnya. Kedua, benih di tanam diatas kompos. Ketiga, bibit yang berada dikompos ditutup dengan kompos lagi. Keempat, tanaman dikasih nama sesuai tanamannya.
Untuk perawatannya disempret air dengan gembor (alat sempret) pagi dan sore. Tapi disaat penyempretan dianjurkan air tidak sampai menggenangi benih yang ditanam di kompos.  

Saat tanaman tumbuh empat lima daun di pindah ke botol aqua untuk sayuran daun dan sayuran buah di pot bunga. Untuk menanggani kegagalan penyiraman harus lebih rutin, kalau memang indek figor berhenti makan tanaman akan mati dan tidak bisa hidup kembali atau ditolong.
Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours