PATI – sebagai kampus berbasis nilai-nilai pesantren, elemen Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) Pati berupaya untuk selalu dekat dengan masyarakat. Itu ditempuh dengan berbagai cara, salah satunya melalui acara berbagi dengan anak yatim dan piatu di sekitar kampus.
Kali ini jalinan silaturahmi dengan masyarakat dilakukan mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Mereka mengundang puluhan anak yatim dan piatu untuk berbagi.
Dosen jurusan PMI Staimafa, Umdatul Baroroh MA mengemukakan, kegiatan itu bukan sebatas rutinitas formal setiap ramadhan. Lebih dari itu, pihaknya menginginkan jalinan hubungan dengan masyarakat sekitar kampus tetap terjaga.
“Hubungan kemasyarakatan penting bagi lembaga pendidikan seperti Staimafa. Caranya melalui berbagai hal, seperti kumpul dengan anak yatim seperti ini,” ujarnya, kemarin.
Kerja Sama
Di luar itu, dengan bergul dan peduli kepada anak yatim, maka bisa sekaligus menjaga gotong royong yang menjadi tradisi bangsa. Mangingat, belakangan ini kebersamaan yang dilandasi kegotongroyongan terasa semakin pudar seiring berkembangnya arus globalisasi.
“Berbagi dengan anak yatim banyak maknanya, apalagi tanpa tendensi tertentu. Kami hanya ingin dekat dengan masyarakat dan memberi perhatian bagi anak yang kurang beruntung,” tandasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pemberdayaan masyarakat bisa diawali dari hal kecil seperti itu. Masyarakat perlu didekati untuk diajak berkembang, namun tetap memegang nilai-nilai keIslaman.
Pengembangan itu dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, diantaranya usaha yang bersifat mandiri.
Hal tersebut dapat diawali dari berbagai sisi dan dapat diwujudkan dengan memperbanyak kerjasama ke berbagai pihak.
Ketua BENJ PMI Siswanto mengatakan, kegiatan seperti ini telah menjadi tradisi. Bahkan, kegiatan kali ini juga dihadiri alumni dan dosen sehingga terasa lebih lengkap dibanding tahun sebelumnya.
Sumber: Koran Suaramerdeka
Share To:

Post A Comment:

0 comments so far,add yours