Ipmafa, Jum'at 20 Desember 2024, dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) IPMAFA bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS PMI) IPMAFA menggelar program sosialisasi bertajuk Bimbingan Remaja untuk Pencegahan Kekerasan Seksual.
Program ini merupakan salah satu inisiatif dari tim
PKM dosen IPMAFA yang terdiri dari Ibu Umdah El Baroroh, MA (ketua kelompok),
Ibu Tutik Nurul Janah, M.H, dan Bapak Khabib Sholikhin, M.M. Dalam sambutannya,
Ibu Umdah El Baroroh menyampaikan bahwa sebagai dosen, tugas dosen tidak hanya
terbatas pada pengajaran kepada mahasiswa, tetapi juga pada pengabdian kepada
masyarakat. “Kami memilih tema pencegahan kekerasan seksual melalui bimbingan remaja,
bertujuan untuk memperkuat keluarga maslahah di Kabupaten Pati. Program ini
kami laksanakan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat KEMENAG Pusat, Kementerian Agama RI, serta berbagai stakeholder di
Kabupaten Pati, seperti IKM NU, IPNU, dan IPPNU. Program ini telah berjalan
dengan baik, dimulai sejak akhir November lalu di lima kawedanan di Kabupaten
Pati,” jelasnya.
Sosialisasi yang diadakan di Aula 2 IPMAFA ini diikuti
oleh 25 mahasiswa dan menghadirkan dua narasumber. Narasumber pertama, Bapak
Khabib Sholikhin, memaparkan materi tentang pentingnya mengenali potensi diri,
cara mengelola emosi, serta tantangan-tantangan yang dihadapi oleh remaja.
Materi kedua disampaikan oleh Ibu Alyatul Himmah yang membahas tentang kekerasan
seksual, bentuk-bentuknya, dan faktor-faktor penyebabnya. “Kekerasan seksual
sering terjadi pada remaja karena mereka berada dalam fase pencarian jati diri
dan rasa ingin tahu yang tinggi. Oleh karena itu, edukasi seksual sejak dini
sangat penting, dengan mengajarkan tentang batasan tubuh dan siapa saja yang
boleh atau tidak boleh menyentuhnya. Edukasi ini harus dimulai sejak dini di
lingkungan keluarga, di mana orang tua memegang peran penting untuk mengajarkan
anak-anaknya tentang pentingnya melindungi dan menghargai tubuh mereka
sendiri,” ujarnya.
Bapak Siswanto, perwakilan dari Program Studi Pengembangan
Masyarakat Islam (PMI), menyampaikan harapannya agar forum ini dapat membuka
wawasan peserta tidak hanya dari materi perkuliahan, tetapi juga dari kajian-kajian
yang relevan dengan isu-isu sosial. “Semoga program ini dapat memberikan
pengalaman yang berguna dan dapat diterapkan di lapangan,” harapnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan
dampak positif bagi masyarakat, khususnya remaja, dalam mengurangi risiko
kekerasan seksual melalui pendekatan edukatif dan pencegahan sejak dini.
(Manggar-Panitia)
0 Comments