Perkuat Kecintaan Produk Lokal pada Gen-Z, HMPS PMI IPMAFA Gelar Sekolah Pemberdayaan di Museum Batik Bakaran Wetan Juwana Pati

Segenap Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Kembali menggelar Sekolah Pemberdayaan (SP) yang dilaksanakan pada tanggal 21-22 februari 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (HMPS) ini mengusung tema “Membangun Generasi Z yang Kreatif dan Inovatif melalui Pengelolaan Museum Batik” dan berkolaborasi dengan Pengelola Museum Sudewi Batik di Bakaran Wetan, Juwana, Pati.



Sekolah Pemberdayaan ini dimulai dengan serangkaian seminar yang diadakan di kampus IPMAFA. Seminar pertama menghadirkan Ibu Sri Naharin, M.Si. yang membahas tentang Ke-PMI-an, diikuti oleh Ibu Kamilia Hamidah, MA yang memberikan materi mengenai Teknik Assessment. Selanjutnya, Bapak Ahmad Habiburrohman Aksa, M.Ag. menyampaikan materi dengan tema “Menggali Kearifan Warisan Budaya”. Acara ditutup dengan sesi tentang Teknik Personal Branding yang dibawakan oleh alumni PMI IPMAFA, Bapak Muhammad Achwan Syafi’i, S.Kom.I.

Pada hari kedua, 22 Februari 2025, kegiatan berlanjut dengan kunjungan ke Museum Batik Sudewi. Mahasiswa diberi pemahaman tentang sejarah batik Bakaran, filosofi batik, serta teknik-teknik membatik yang diwariskan turun-temurun. Tak hanya itu, mahasiswa juga berkesempatan untuk mempraktikkan langsung proses membatik.



Bapak Bagiyo, salah satu pengelola Batik Bakaran, menjelaskan bahwa dalam proses membatik dibutuhkan ketekunan dan etos kerja yang tinggi. "Proses membatik terdiri dari 12 langkah, mulai dari menggambar motif hingga proses pemprosotan. Setiap tahap membutuhkan keahlian dan ketelitian, dan hasilnya adalah batik berkualitas yang siap bersaing di pasar nasional bahkan internasional," ujarnya.

Marfu’ah, Ketua Panitia Sekolah Pemberdayaan, menyatakan bahwa kegiatan SP kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. "Tahun ini kami fokus pada kegiatan membatik, dengan tujuan untuk mengeksplorasi potensi mahasiswa dalam bidang budaya batik," jelasnya. Ia berharap, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat dan memperluas wawasan tentang dunia budaya batik.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih mengenal dan melestarikan warisan budaya Indonesia, khususnya batik, serta mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam dunia pemberdayaan masyarakat.



0 Comments