Dalami Isu Disabilitas: Mahasiswa Prodi PMI Lakukan Studi Kunjungan ke Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta

 


Yogyakarta — Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) melaksanakan kegiatan studi kunjungan ke Pusat Rehabilitasi YAKKUM Yogyakarta pada Senin (5/1/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pembelajaran praktis kepada mahasiswa terkait penerapan konsep pemberdayaan dan pengembangan masyarakat melalui observasi serta studi langsung di lembaga rehabilitasi.

Kegiatan studi kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa Prodi PMI dengan pendampingan dosen, Bapak Isyrokh Fuaidi, serta Ketua Laboratorium Sosial, Ibu Nur Khoiriyah, MA. Acara berlangsung secara interaktif dan dinamis dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Yayasan Rehabilitasi YAKKUM yang memaparkan berbagai program dan pendekatan pemberdayaan penyandang disabilitas.



Dalam sesi pemaparan awal, pihak YAKKUM menegaskan tujuan besar lembaga tersebut, yakni “Pemberdayaan dan Pemenuhan Hak Orang dengan Disabilitas.” Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kemandirian penyandang disabilitas.

Skolastika Santi Pertiwi selaku Koordinator Pengembangan Karyawan YAKKUM menjelaskan sejumlah program unggulan yang dijalankan lembaga, di antaranya penyediaan dan pemberian alat bantu mobilitas, pemenuhan hak pendidikan, serta pelatihan keterampilan seperti menjahit, membatik, dan servis elektro. Selain itu, YAKKUM juga mengembangkan program magang kerja dan penyaluran kerja, pelatihan barista, serta program DID sebagai bagian dari upaya pemberdayaan berkelanjutan.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Brama Sabatha selaku Koordinator Personalia dan Legal yang memberikan gambaran luas terkait ruang lingkup kerja sama YAKKUM. Ia menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan meliputi rehabilitasi berbasis masyarakat, pemenuhan hak penyandang disabilitas, serta pembangunan inklusi sosial sebagai fondasi utama dalam setiap program.


Tidak kalah menarik, sesi fundraising yang disampaikan oleh Kristiana TJ, Manajer Keuangan YAKKUM, mengulas berbagai kesalahan umum yang kerap dilakukan lembaga sosial. Beberapa di antaranya adalah kebiasaan menghubungi donor hanya saat membutuhkan dana, kurangnya pembaruan informasi kegiatan, laporan keuangan yang terlambat dan tidak rapi, serta ketidakseimbangan antara kualitas program dan pengelolaan keuangan. Bu Ana, sapaan akrabnya, menawarkan solusi dengan menekankan pentingnya pembaruan informasi secara rutin meski singkat, penyampaian cerita lapangan, serta transparansi keuangan yang sederhana namun konsisten.



Melalui kegiatan studi kunjungan ini, mahasiswa Prodi PMI diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam konteks pemenuhan hak dan pembangunan inklusi bagi penyandang disabilitas, serta mampu mengintegrasikan pengalaman tersebut dalam pengembangan keilmuan dan praktik sosial di masa mendatang. 

0 Comments

CS Icon