Perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat menuntut
perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi dan pemutakhiran kurikulum. Hal
ini sejalan dengan amanat Permendikbud-Ristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang
Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang menegaskan pentingnya kurikulum
perguruan tinggi yang fleksibel, adaptif, serta berorientasi pada capaian
pembelajaran lulusan. Regulasi tersebut mendorong perguruan tinggi agar mampu
menghadirkan proses pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, dan dinamika dunia kerja.
Dalam konteks tersebut,
Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA terus melakukan
pemutakhiran kurikulum sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pendidikan
tinggi yang responsif terhadap perubahan zaman sekaligus tetap berakar pada
nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.
PMI
IPMAFA: Keilmuan Integratif dan Responsif terhadap Perubahan Sosial
Program Studi PMI IPMAFA berada pada persimpangan antara keilmuan
sosial, keislaman, pemberdayaan masyarakat, kebijakan sosial, teknologi
informasi, serta nilai-nilai pesantren. Posisi strategis ini menjadikan
kurikulum PMI dirancang untuk mampu menjawab berbagai persoalan sosial
kontemporer yang semakin kompleks.
Masyarakat saat ini menghadapi beragam tantangan, mulai dari
kemiskinan, ketimpangan sosial, perubahan struktur desa, migrasi dan
urbanisasi, konflik sosial, digitalisasi layanan publik, hingga kebutuhan
advokasi kebijakan yang berpihak pada kelompok marginal. Oleh karena itu,
mahasiswa PMI dibekali tidak hanya dengan pemahaman teoritis, tetapi juga
kemampuan analisis sosial, pendampingan masyarakat, penguatan jejaring sosial,
hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam kerja-kerja pemberdayaan.
Visi
Keilmuan PMI IPMAFA
Program Studi PMI IPMAFA memiliki visi keilmuan:
“Menjadi pusat pengembangan keilmuan Pengembangan Masyarakat Islam
yang berbasis riset, transformasi sosial, teknologi informasi, dan nilai-nilai
Pesantren.”
Visi ini menegaskan bahwa pengembangan kurikulum PMI tidak hanya
berorientasi pada penguasaan teori pengembangan masyarakat, tetapi juga
diarahkan pada penguatan empat pilar utama, yaitu:
- Riset, sebagai dasar pengembangan
ilmu dan pemecahan masalah sosial berbasis data;
- Transformasi
sosial,
sebagai orientasi perubahan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan;
- Teknologi
informasi,
sebagai instrumen penguatan pelayanan, pemberdayaan, dan komunikasi
sosial;
- Nilai-nilai
pesantren,
sebagai fondasi etik, spiritual, dan budaya dalam praktik pengembangan
masyarakat.
Keempat unsur tersebut menjadi karakter utama dalam pelaksanaan
pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan PMI
IPMAFA.
Profil
Lulusan PMI IPMAFA
Pemutakhiran kurikulum tahun 2026 diarahkan untuk memperkuat tiga
profil lulusan utama yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja
saat ini, yaitu:
1. Community Developer
Lulusan memiliki kemampuan melakukan pendampingan, pemberdayaan,
fasilitasi masyarakat, serta pengorganisasian komunitas berbasis pendekatan
partisipatif dan transformatif.
2. Analis Kebijakan Sosial
Lulusan dibekali kemampuan melakukan analisis sosial, penyusunan
rekomendasi kebijakan, advokasi sosial, serta penguatan tata kelola pembangunan
yang berpihak pada kelompok rentan dan marginal.
3. Penyuluh Agama dan Penggerak Sosial
Lulusan memiliki kompetensi dalam dakwah transformatif, komunikasi
publik, penguatan jaringan sosial-keagamaan, serta pengembangan gerakan sosial
berbasis nilai-nilai Islam moderat dan inklusif.
Capaian
Pembelajaran Lulusan (CPL)
Kurikulum PMI IPMAFA dirancang berdasarkan Capaian Pembelajaran
Lulusan (CPL) yang mencakup empat aspek utama, yaitu:
- Sikap
- Pengetahuan
- Keterampilan
Umum
- Keterampilan
Khusus
Secara keseluruhan, terdapat 10 CPL yang menjadi dasar
pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus menjadi penguraian dari profil
lulusan Program Studi PMI IPMAFA. Seluruh mata kuliah dirancang secara
sistematis agar mendukung ketercapaian CPL sesuai bidang kompetensinya.
Pembelajaran
Berbasis Outcome dan Taksonomi Bloom
Proses pembelajaran di PMI IPMAFA dirancang dengan pendekatan
Outcome Based Education (OBE), di mana setiap mata kuliah memiliki kontribusi
yang terukur terhadap pencapaian CPL.
Pembobotan mata kuliah disusun berdasarkan jumlah CPL yang
didukung oleh masing-masing mata kuliah, sedangkan kedalaman pembelajaran
dirancang sesuai dengan tingkat kompetensi dalam Taksonomi Bloom. Dengan
pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk memahami teori, tetapi
juga mampu menganalisis, mengevaluasi, hingga menciptakan solusi atas persoalan
sosial yang dihadapi masyarakat.
Komitmen
terhadap Pemutakhiran Kurikulum Berkelanjutan
Program Studi PMI IPMAFA secara konsisten melakukan pemutakhiran
kurikulum sebagai bagian dari komitmen menjaga mutu pendidikan tinggi. Proses
pemutakhiran kurikulum dilakukan dengan mengacu pada kebijakan nasional,
khususnya Permendikbud-Ristek Nomor 53 Tahun 2023, serta mempertimbangkan:
- hasil
tracer study lulusan,
- masukan
dari pengguna lulusan,
- kebutuhan
dunia industri dan dunia kerja,
- perkembangan
isu sosial masyarakat,
- serta
kebutuhan mitra dan stakeholder.
Melalui proses evaluasi dan pengembangan yang berkelanjutan,
kurikulum PMI IPMAFA diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif,
transformatif, dan memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan masyarakat
Islam di era modern.
0 Comments